Jateng Juara Pertama Tk Nasional Pembinaan Jasa Konstruksi

image

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menerima tropi Juara I Pembinaan Jasa Konstruksi Tingkat Nasional dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhir-akhir ini mendapatkan banyak penghargaan tingkat Nasional, dalam berbagai bidang, Bahkan belum lama ini dari Kementerian Pekerjaan Umum, memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Dinas PSDA dan Dinas Ciptakaru Jateng dan diterima langsung Gubernur Jateng Bibit Waluyo di Jakarta. Kedua penghargaan dibidang infrastruktur tersebut pertama keberhasilan dalam Sub Bidang Sumber Daya Air (Dinas PSDA) dan kedua dalam bidang pembinanan Jasa Konstruksi (Dinas Ciptakaru). Penilaian kinerja yang dilaksanakan Kementerian PU ini secara garis besar meliputi kondisi fisik infrastruktur, peraturandan kelembagaan. Selain itu ada juga dari aspek pengawasan dan partisipasi masyarakat. “Keberhasilan Jateng di bidang pembinaan Jasa Konstruksi untuk tingkat Provinsi, karena dalam pelaksanaan tugas, senantiasa mengacu pada peraturan – peraturan pemerintah yang ada dan juga Undang – Undang No : 18 Tahun 1999, tentang Jasa Konstruksi,“ kata Ka Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jateng Ir. HM. Tamzil, MT.

Selain berpegang pada peraturan yang ada, seperti dikatakan juga berkat kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan dibidang infrastruktur. Baik dengan para pejabat yang sama – sama menangani infrastruktur, juga dengan masyarakat jasa konstruksi, LPJKD Jateng dan sebagainya,” tuturnya seraya menambahkan semua pihak yang terkait dengan Jasa Konstruksi di Jateng, masing -masing sudah menyadari akan tugasnya sehingga semuanya berjalan lancar dan semua ini juga berkat komunikasi yang terjalin dengan keterbukaan, Tidak ada friksi satu sama lain. Semuanya menyadari akan posisi dan tanggung jawabnya, demi keberhasilan pembangunan infrastruktur di Jateng.

Jawa Tengah sendiri, dalam pembangunan infrastruktur selain mendapatkan kucuran dana dari APBN sekitar Rp 1 Trilyun lebih, juga dari Pemprov Jateng. Pembangunan infrastruktur yang kini dipercepat pelaksanaannya, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya dengan infrastruktur yang memadai dan baik, misalnya tersedianya jalan yang baik dan berkualitas, tentu akan mendorong kelancaran jalannya perekonomian. Kalau perekonomian lancar, imbasnya tentu akan ada peningkatan pen dapatan masyarakat.

Kedepan, kata Ir. HM. Tamzil pembangunan infrastruktur di Jateng diharapkan dapat lebih baik lagi, Untuk keberhasilan pembangunan infrastruktur, ujarnya peran penyedia jasa (kontraktor) sangat besar. Kalau pekerjaan yang dikerjakan berkualitas, tepat waktu tentu akan sangat menunjang kelancaran pembangunan dalam berbagai bidang. Jangan sebaliknya, merasa bisa memenangkan pekerjaan, pekerjaan yang dimenangkannya tidak dikerjakan dengan baik, pengerjaannya asal selesai. Bahkan yang menyedihkan, kalau pekerjaan yang berhasil diperoleh di berikan pada kotraktor lain (di subkan). Kalau cara seperti ini masih terjadi, ya jangan harapkan hasilnya memuaskan, tepat mutu dan waktu. Pengalaman yang terjadi di lapangan, pekerjaan yang di sub kan, hasilnya tentu tidak memuaskan. Bahkan, bisa menyeret para pelaksananya ke ranah hukum. Tanpa menunjukkan lokasinya, diungkapkan sudah banyak penyedia jasa yang masuk ranah hukum, karena dinilai pekerjaan yang dikerjakan ada penyimpangan dan dinilai merugikan keuangan Negara.

Oleh sebab itu, kepada para penyedia jasa (kontraktor) di Jateng, diharapkan tetap mempunyai komitmen yang baik, bahwa keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan akan sangat menunjang keberhasilan pembangunan di Jateng. “Para penyedia jasa harus bisa mawas diri dan juga para pengguna jasa, hendaknya juga hati – hati dalam menetapkan pemenang satu pekerjaan. Jangan sampai nantinya salah pilih, sehingga akibat lebih jauh akan menghambat usaha pembangunan yang dilaksanakan “ tegasnya.

Lupakan Etika :
Perbincangan dengan orang nomor satu di jajaran Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jateng ini,makin menarik, Apalagi ketika disinggung prospek kedepan para penyedia jasa (kontraktor) di bidang jasa konstruksi, yang tentunya tantangan akan semakin berat. Tidak saja karena sekarang masyarakat makin berani menyampaikan laporan apabila melihat satu pekerjaan bangunan pemerintah di nilai ada penyimpangan, Laporan masyarakat ini, juga terbukti banyak benarnya. Apalagi, nantinya para penyedia jasa, juga harus berhadapan dan bersaing dengan para penyedia jasa dari luar negeri, yang bisa masuk ke Indonesia.

Melihat berbagai tantangan yang harus dihadapi, menurut Ir. HM. Tamzil, MT, para penyedia jasa harus benar-benar mampu meningkatkan SDM yang dimilikinya, Juga dalam melaksanakan usahanya benar-benar bisa bersikap profesional. Tidak lagi hanya berupa samben, Benar – benar profesional, bisa bersaing dengan kontraktor luar negeri dan juga perusahaan jasa konstruksi pemerintah (BUMN). Namun demikian, ia dengan nada halus mengingatkan para kontraktor tidak melupakan etika dalam melaksanakan kegiatannya. Etika ini, ujarnya misalnya dalam melaksanakan pembangunan jangan melupakan kondisi lingkungan dimana pembangunan dilaksanakan. Umpamanya, ketika membangun memerlukan urugan tanah, ya jangan lupa membersihkan ceceran tanah di jalan yang dilalui dan lainnya. Apalagi, saat ini sedang gencar – gencarnya dikampanyekan “ green construction “ atau bangunan yang berwawasan lingkungan hijau.

Kunci keberhasilan yang juga menjadi kebanggaan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, diakuinya juga berkat kiprahnya Balai Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang dalam tahun anggaran 2011 ini, mendapatkan kucuran dana dari APBD Jateng sekitar Rp 250 juta, guna pelaksanaan. Kegiatan BP2JK ini antara lain menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi untuk Kabupaten / Kota se Jawa Tengah tentang pentingnya pengawasan guna mengurangi terjadinya kegagalan konstruksi maupun kegagalan bangunan. Melaksanakan sosialisasi peraturan teknis jasa konstruksi di seluruh Kabupaten/.Kota dan monitoring penyelenggaran jasa konstruksi.

Keberhasilan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang meraih juara pertama tingkat Nasional dalam pembinaan jasa konstruksi, memang bukan tujuan utama. Namun demikian, keberhasilan yang diraih memberikan gambaran, bahwa kinerja seluruh aparat Dinas tersebut makin menunjukkan kinerja yang baik. Semuanya dilaksanakan atas dasar perundangan dan peraturan yang ada. Kedepan, guna lebih memantapkan perkembangan jasa konstruksi, sekarang tengah disiapkan dan digodog dua rancang an peraturan daerah. Pertama, Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi Propinsi Jawa Tengah. Kedua, Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Tengah.

“Mudahan – mudahan kedua rancangan Perda tersebut, segera dapat terealisir, sehingga dalam pelaksanaan jasa konstruksi di Jawa Tengah makin mantap. Masyarakat jasa konstruksi maupun aparat yang terlibat, sama – sama mempunyai pedoman maupun pegangan dalam melaksanakan tugas masing – masing “ kata Ir. HM Tamzil, MT dalam perbincangannya dengan Pilar Jakon.

* Hardjanto MS/PudyoSaptono