
Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.
Dinamika | Info | Karangan Khas | Kronik | Laporan Utama | Peristiwa | Profil | Serba-serbi | Sosok | Wacana

Ketua Baru LPJK Prov. Jateng (kiri) Ir. Danang Atmodjo, MT menyerahkan kenangan -kenangan kepada Ir. Mulyono Baroen
Pembangunan infrastruktur, harus diakui menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa dalam mendukung pertunbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Jawa Tengah. Target pertumbuhan ini akan berhasil kalau ditopang dengan struktur usaha yang kokoh di bidang konstruksi. Iklim usaha yang sehat dan dilaksanakan berdasarkan hubungan komplimenter antar pengguna jasa, penyedia jasa, pemerintah, swasta yang transparan, jujur dan adil. Dunia konstrsuksi sendiri, saat ini semakin terbuka dan sekaligus juga sarat dengan tantangan. Pasalnya, tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan daya saing yang tinggi, tentunya produk konstruksi daerah tidak akan mampu menembus pasar nasional. Apalagi internasional.
Menjawab semua itu, hanya satu yang seharusnya mendapatkan perhatian. Yaitu, perlunya, peningkatan sumber daya manusia konstruksi yang berkualitas, berketerampilan dan berdaya saing tinggi. Hal ini, jelas menjadi elemen penting dalam mendukung sektor usaha konstruksi agar tetap eksis atau bahkan mampu memenangkan persiangan di tingkat global. SDM Konstruksi berkualitas, sudah menjadi satu keharusan dan satu tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Asisten II Sekda Jateng yang juga Ketua Tim Pembina Jasa Konstruksi Prov Jateng Drs. Sriyadhi, MM, menyampaikan harapan kepada Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ( LPJK ) Prov. Jateng periode 2011 - 2015 yang dikukuhkan Gubernur Jateng 30 Desember 2011, dapat mendukung dan mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Konstruksi yang berkualitas.
LPJK, seperti disampaikan Sriyadhi dalam malam pisah sambut Dewan Pengurus LPJKD Jateng 2008-2012 dengan Pengurus LPJK Prov Jateng 2011-2015, Rabu (18/1) di Semarang, jangan sampai terkesan hanya mengurusi SBU, SKTK dan SKA saja. Mendatang, ujarnya perkuat pelaksanaan tugas penelitian dan pengembangan jasa konstruksi. Perkuat pelaksanaan tugas pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi. Tingkatkan peran arbitrase, mediasi dan penilai ahli dibidang jasa konstruksi dan perkuat pelaksanaan tugas sertifikasi dan registrasi. Juga tingkatkan pelayanan terhadap pengguna dan penyedia jasa konstruksi.
Ketua Dewan Pengurus LPJKD Jateng periode 2008-2012 Ir. Mulyono Baroen mengemukakan berkat kerjasama yang baik, LPJKD dibawah kepemimpinannya telah berjalan sesuai dengan harapan. Keberhasilan memperoleh predikat sebagai LPJKD berkinerja terbaik se Indonesia, merupakan salah satu kebanggaan. Disampaikan pula perkembangan usaha jasa konstruksi, yaitu jumlah asosiasi perusahaan sebanyak 48 dan asosiasi profesi 17. Sedang BSJ 12 buah, Sementara Badan Usaha tercatat 13.802 dengan rincian BU gol kecil (gred 2,3, dan 4) sebanyak 12.789. Badan Usaha gol menengah (gred 5) sebanyak 957 dan Badan Usaha gol besar (gred 6 dan 7) sebanyak 56. Untuk SKTK yang diterbitkan 16.544 dan SKA 465.
Mengenai lelang pekerjaan yang sering dlosor – dlosoran ia memberikan gambaran bahwa LPJKD Jateng telah melaksanakan penelitian dengan hasil bahwa pemenang lelang dengan cara dlosor – dlosoran ada yang hasil pekerjaannya benar – benar memenuhi kualitas, karena memang memiliki SDM dan pengawasan yang baik, Namun harus diakui, sebagian besar, memang hasil pekerjaannya tidak baik dan justru merugikan keuangan Negara. Penelitian lain yang dilaksanakan tentang kegagalan konstruksi dan kegagalan bangunan, yang hasilnya terbukti pada proyek yang bermasalah tidak mempunyai dokumen – dokumen yang diperlukan untuk pengendalian proyek. Kurang tertibnya administrasi, juga memberikan konstribusi nyata pada permasalahan di proyek, yang dapat berakibat kegagalan konstruksi dan bangunan. Masih ada hal lain yang diungkapkan yaitu baik pengguna jasa maupun penyedia jasa, sama – sama belum memahami masalah hukum kontrak. “Pengurus LPJK Prov Jateng yang baru, saya harapkan dapat bekerja lebih baik dan sukses dalam melaksanakan amanat dalam pembinaan jasa konstruksi,“ tutur Ir. Mulyono Baroen.
Ketua Pengurus LPJK Prov Jateng periode 2011-2015, Ir. Danang Atmodjo, MT dengan singkat menyatakan pihaknya beserta seluruh jajaran pengurus, akan meneruskan apa yang telah dicapai pengurus lama dan akan tetap mengutamakan pelayanan terhadap kepentingan para pengusaha jasa konstruksi.[] (hms)