
Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.
Dinamika | Info | Karangan Khas | Kronik | Laporan Utama | Peristiwa | Profil | Serba-serbi | Sosok | Wacana

Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam pembangunan Jawa Tengah. Dilihat dari sisi proses, kegiatan konstruksi dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja cukup signifikan dan juga sebagai pemicu pertumbuhan untuk sektor lainnya, seperti sektor manufaktur yang memberikan supply material guna memenuhi demand material konstruksi. Dari sisi produk, sektor konstruksi menghasilkan suatu produk infrastruktur yang menjadi pondasi dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, seperti pembangunan sarana transportasi jalan, bandara, pelabuhan dan sebagainya yang sangat dibutuhkan dan dapat mendukung jalur perdagangan dan perekonomian masyarakat, “ Pembangunan infrastruktur sekarang dan tahun mendatang, makin meningkat. Perkembangan pembangunannya luar biasa dan yang jelas akan makin banyak tantangannya,“ demikian antara lain penegasan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo ketika mengukuhkan kepengurusan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Prov Jateng, Jum’at (30/12) di kantornya.
Makin besar serta meningkatnya pembangunan infrastruktur, tuturnya agar target minimal tercapai maka memerlukan pengawasan. Untuk ini, saya harapkan LPJK Prov dapat mengawal pelaksanaan pembangunan instrastruktur, sehingga hasil pembangunannya benar-benar bermanfaat bagi msyarakat. “Kita harus ingat, semua dana yang digunakan guna pembangunan berasal dari uang rakyat. Jadi, jangan sampai hasil pembangunan tidak berkualitas; Konstruksi yang berkualitas harus jadi perhatian bersama. Tinggalkan cara dlosor– dlosoran, karena hasil akhir pasti tidak berkualitas “ kata Bibit Waluyo seraya menyampaikan rasa herannya dengan para pejabat daerah yang tidak menaruh kepedulian terhadap hasil pekerjaan konstruksi di daerahnya.
Ketidak pedulian itu, ditunjukan dengan pelaksanaan pembangunan bendung Planangan di daerah Grobogan, yang menelan biaya sekitar Rp 40 milyard lebih, belum selesai sudah retak – retak. Demikian pula jalan ke tempat dimana bendung dibangun juga masih sama jeleknya. Sama sekali tidak ada usaha untuk memperbaiki. “ Coba gambarkan, saya beberapa kali meninjau, keadaan jalannya masih sama saja. Sama sekali tidak ada usaha pemerintah daerah untuk memperbaiki, Padahal dana tersedia. Semuanya tinggal “eguh“ para pemimpin, untuk mengatasinya “ ujarnya.
Masih dengan nada kesal, diungkapkan pula beberapa gambaran tentang kurangnya pengawasan proyek infrastruktur. Yaitu kerusakan jalan dan jembatan dibeberapa daerah. Jembatan Adipala Cilacap, di mana terjadi pengerukan pasir di dekat jembatan yang tentu akan memicu kerusakan dan amblesnya jembatan, Juga jembatan Rawalo dan sebagainya. “Saya benar – benar gumun (heran) dengan para pejabat daerah, apa tidak bisa menaruh peduli terhadap pembangunan di daerahnya. Saya minta tolong, agar para Bupati yang dipilih rakyat, benar – benar menaruh kepedulian “
Multiplier effect :
Pada bagian lain sambutannya pada pengukuhan Pengurus LPJK Prov Jateng, yang juga dihadiri Sekda Prov. Jateng Drs. Hadi Prabawo, MM, Asisten II Sekda Drs. Sriyadhi, MM yang juga Ketua Tim Pembina Jasa Konstruksi Prov. Jateng, Ka Dinas Ciptakaru Ir. MH. Tamzil, MT, Ka Dinas PSDA Prasetyo Budie Yuwono, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU Bam bang Guritno, Ketua LPJKN Hari Purwantoro, Ketua Pengurus Pusat Gapensi yang juga Dewan Pengawas LPJKN Ir. Soeharsoyo, perwakilan Asosiasi Perusahaan, Asosiasi Profesi dan sebagainya Gubernur Jateng Bibit Waluyo menekankan dengan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, perekonomian Jawa Tengah dapat tumbuh secara signifikan.
Dikatakan, tidak dapat dipungkiri kegiatan konstruksi dapat menimbulkan multiplier effect yang positif bagi sektor lainnya, sehingga jasa konstruksi menjadi perhatian untuk lebih ditingkatkan kapasitas dan konstribusinya dalam pembangunan, Kalangan jasa konstruksi, tambahnya juga harus menyadari dalam menghadapi pasar dunia jasa konstruksi. Yaitu pasar dunia jasa konstruksi yang makin terbuka, sehingga competitor tidak hanya datang dari dalam negeri akan tetapi juga dari internasional. “Saya minta LPJK sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan jasa konstruksi daerah, dapat me ngembangkan Litbang dan Diklat untuk dapat mendukung terwujudnya SDM konstruksi yang terlatih, kompenten, berdaya saing tinggi, dengan orientasi untuk memenuhi pasar domestik dan merespon peluang pasar global. “
Ketua Pengurus LPJK Prov. Jateng Ir. Danang Atmodjo, MT ketika diminta tanggapan nya dengan tugas mengawal Pembangunan infrastruktur dengan tegas mengatakan semua petunjuk dan arahan Gubernur Jateng akan dilaksanakan dengan sebaik – baiknya. Selain itu, juga akan memediasi berbagai persoalan dan membantu pengem
bangan jaringan permodalan bersama akses perbankan dan akses asuransi dalam mengatasi resiko,“ katanya. Ia juga menam bahkan Kepengurusan LPJK yang
baru, juga akan tetap melanjutkan sejumlah progam pengurus sebelumnya, yang telah berjalan dengan baik .
[] (har)