ARTIKEL TERBARU
image

Pustaka Digital

Copyright © 2013 LPJK Provinsi Jawa Tengah · All Rights Reserved · Powered by Angkasa

Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.

Langganan Artikel

 

PSDA Jawa Tengah Juara Nasional Berkat Spirit "We Are The One"

image

Penyerahan trophi kejuaraan PSDA Tingkat Nasional diserahkan Menteri PU Djoko Kirmanto, kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tahun ini benar-benar panen penghargaan diberbagai bidang dari Presiden. Prestasi yang tergolong prestisius penghargaan dari pemerintah pusat dari tahun ke tahun, adalah Dintersebut tentu sangat membanggakan Gubernur Bibit Waluyo beserta seluruh masyarakat. Karena, di tengah-tengah sorotan tajam atas kinerja aparat pemerintahan, ternyata sejumlah dinas yang berkaitan dengan infrastruktur mampu menoreh prestasi gemilang.Salah satu dinas yang tak pernah sepi as Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2005 hingga 2011, PSDA selalu keluar sebagai juara I atau II, dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) bidang Pekerjaan Umum (PU) sub bidang Sumber Daya Air (SDA).

Pada 2011 ini, PSDA Jateng kembali meraih juara I nasional, setelah tahun lalu (2010) hanya merengkuh juara II. Yang menarik adalah, ketika hanya dinobatkan sebagai juara II, PSDA Jateng sejatinya bersikap pasif dan tidak mengajukan diri sebagai nominator lomba. Namun karena melihat potensi Jateng yang menarik, tim penilai dari pusat tetap datang dan memberi
penilaian.

Hasilnya? PSDA Jateng keluar sebagai juara II pada 2010 meski bersikap pasif. Sedang pada 2011, PSDA Jateng kembali ke jalur juara I setelah aktif mengajukan diri untuk dinilai tim lomba dari pusat.

Apa resep yang ditawarkan sehingga PSDA Jateng selalu panen penghargaan dari pemerintah pusat? Ditanya demikian, Kepala Dinas PSDA Jawa Tengah, Prasetyo Budie Yuwono, mengemukakan pihaknya tidak memiliki resep muluk-muluk. Yang dia usung dan selalu dikedepankan kepada seluruh jajaran adalah spirit “We Are The One”.

“Jadi, kami beserta seluruh jajaran di Dinas PSDA, selalu menganggap bahwa kami        merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan,” katanya kepada wartawan Pilar Jakon di ruang kerjanya, pekan lalu.

Spirit “We Are The One” itu pula, yang kemudian mampu memperkokoh hubungan kerja antara pimpinan dengan yang dipimpin. Di Dinas PSDA Jateng, tidak berlaku istilah atasan dengan bawahan. Semua diperlakukan sama pentingnya. Karena hanya dengan cara seperti itulah, akan tercipta hasil kerja yang maksimal dan bernilai di mata masyarakat.

Menurut Prasetyo, hal penting yang dinilai dalam pemberian anugerah oleh pemerintah pusat tersebut, khususnya adalah me ngenai pengelolaan sumber da ya air. Di situ dilihat apakah   semuanya sudah mengacu pada peraturan perundangundangan yang ada atau belum?

“Kalau kami, selama ini selalu konsisten menjalankan apa yang diatur dalam UU No.7/2004 tentang sumber daya air, beserta Peraturan Pemerintah (PP)-nya senantiasa kami jadikan acuan,” jelasnya. Disinggung tentang pengelola an sumber daya air di Jawa Tengah ke depan akan seperti apa? Prasetyo menjelaskan, bisa lebih terarah dan merata. Hal ini seiring dengan mulai disusunnya Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pengelolaan air. Dengan demikian, kelak di Jateng akan ada Perda Irigasi serta Pergub tentang Lembaga Pengelola Irigasi.

Bukan itu saja. Jawa Tengah juga sudah memiliki Pengurus Dewan Sumber Daya Air serta Komisi Irigasi. Khusus Dewan SDA akan mencermati kinerja TK PSDA WS (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai), yang membawahi 10 wilayah sungai di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Sementara Komisi Irigasi, tugas utamanya adalah merumuskan pola dan tata tanam daerah irigasi se Jawa Tengah serta menyusun alokasi air. “Disamping itu, tugas Komisi Irigasi juga memberi masukan tentang kebijakan pengelolaan irigasi kepada pemerintah,” tuturnya.

Prasetyo lebih jauh mengungkapkan, dengan terbentuknya Komisi Irigasi, maka kelak pengembangan pola kerja sama dalam pengelolaan SDA akan semakin terarah. Antara lain dengan disepakatinya kerja sama operasi dengan petani, kerja sama pengelolaan waduk, serta terwujudnya pola penanganan darurat bencana alam, terutama banjir dan kekeringan.

Dia menambahkan, di Jawa Tengah saat ini terdapat 128 daerah aliran sungai (DAS). Dari jumlah itu, sekitar 35 DAS dalam kondisi kritis dan mendesak untuk diperbaiki. Jika tidak, maka DAS tadi rawan sekali banjir.

Untuk mengantisipasi dampak buruk jika terjadi banjir, Dinas PSDA Jawa Tengah kini juga telah membentuk Tim Kawal Air. Tim tersebut sekarang sudah mulai bekerja dengan membuat jalur-jalur evakuasi maupun membangun posko banjir, dan tanggul-tanggul penahan banjir.

“Tim Kawal Air ini bergandeng tangan dengan masyarakat sekitar serta ORARI dalam setiap melaksanakan ke giatan,” kata Prasetyo, tandas.

Lebih jauh dia mengemuka kan, meskipun berhasil menorah banyak prestasi, bukan berarti PSDA Jateng hanya sibuk mengurusi programnya sendiri. Pada tahun ini juga, PSDA Jateng giat menjalin kerja sama dengan sejumlah Pemkab/Pemkot, seperti dalam beberapa proyek Pembangunan Embung DAS Kalong Kebumen, Pembangunan Bendungan Logung Kudus, Pembangunan Bendungan Cileweung Brebes - Kuningan, dan Pembangunan Tanggul Bengawan Solo-Cepu di Kabupaten Blora.

Disamping itu, PSDA Jateng juga bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dalam  pembangunan Waduk Jatibarang dan Sistem Kanal Banjir Kanal Barat Kota Semarang. Dalam megaproyek senilai Rp 1,7 triliun ini, pembagian kontribusinya sebagai berikut: untuk pengadaan Tanah 50% Pemerintah Pusat, 25% Pemerintah provinsi jateng, dan 25% Pemerintah Kota Semarang.

Bersama Pemerintah Pusat dan Pemkot Semarang, Pemprov Jateng kelak akan berkontribusi didalam pengelolaan terpadu sungai Banjir Kanal Barat. Di proyek nasional ini, Pemprov Jateng ikut mendorong Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi yang akan memiliki kawasan yang setara dengan semisal Singapore River.

Kemitraan bersama masyarakat tak luput dari kegiatan pengelolaan SDA di Jateng. Bukan hanya melalui website kesiapan membuka diri dan menyambut keterlibatan publik, termasuk untuk dilapori dan dikomplain, Dinas PSDA juga “ramah”, menyapa masyarakat agar terlibat di dalam pengelolaan SDA melalui beberapa program.

Misalnya kegiatan peningkat an partisipasi masyarakat dalam pengendalian banjir Sungai Tuntang, dan perbaikan tanggul sungai Tuntang di Desa Ngroto Kabupaten Grobogan, lomba menggambar anak-anak dengan tema SDA untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang sumber daya air. Kemudian pelatihan khusus kepada wanita agar mengambil peranan lebih besar terhadap upaya-upaya pengelolaan SDA, selain menggiatkan kelompok pengelola air.

“Semua ini kita lakukan tak lain agar masyarakat lebih mengerti akan hak-hak dan kewajiban terhadap pengelolaan SDA,” papar Prasetyo.

[]Pudyo Saptono/Hardjanto MS


EDISI TERBARU
image

Edisi 17 - Tahun V - April - Juni 2013



image

LPJK PROVINSI JAWA TENGAH

image

 

.