ARTIKEL TERBARU
image

Pustaka Digital

Copyright © 2013 LPJK Provinsi Jawa Tengah · All Rights Reserved · Powered by Angkasa

Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.

Langganan Artikel

 

Ungaran - Bawen Selesai

image

Gubernur Jateng Bibit Waluyo didampingi Ka Dinas Bina Marga Ir. Danang Atmodjo, MT meninjau lokasi Pembangunan jalan tol di Desa Lemah Ireng Kec. Bawen Kab. Semarang

Pembangunan jalan Tol Semarang – Surakarta, seksi II mulai Ungaran – Bawen yang kini tengah dan sedang dikerjakan, Agustus 2013 dilaporkan akan selesai. Jaminan selesainya pembangunan tersebut, terungkap dari ketiga kontraktor masing – masing PT. Pembangunan Perumahan mengerjakan paket IV dari Beji ke Tinalun, PT. Adhi Karya mengerjakan paket V dari Tinalun ke Lemah Ireng dan PT. Waskita Karya mengerjakan paket VI dari Lemah Ireng ke Bawen. kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo ketika meninjau lokasi pembangunan di Desa Lemah Ireng Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, Jum’at ( 27 Jan ).

“Tak catat lho, laporan ini. Jangan sampai mleset atau molor.Jadwal kerja yg ada , hendaknya benar-benar dipatuhi. Kalau Ungaran –Bawen selesai, tentu akan lebih mempermudah perjalanan dari Semarang,“ tutur Gubernur Bibit Waluyo yang dalam kunjungannya juga disertai Ka Dinas Bina Marga Prov Jateng Ir. Danang Atmodjo, MT, yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Prov Jateng, Ka Dinas ESDM Ir.Teguh Dwi Paryono, MT dan Direktur Utama Trans Marga Jateng Djadjat Sudrajat,dengan nada gembira.

Menurut para kontraktor dalam laporannya, secara teknis tidak ada hambatan berarti dalam melaksanakan pekerjaan, Hanya diakui, memang ada beberapa kendala namun kendala yang terjadi, bisa diatasi . Sedang masalah lainnya, utamanya yang berkaitan dengan pembebasan tanah tengah dalam penyelesaian. Juga ada beberapa Sekolah Dasar (SD) yang terkena jalan tol, belum direlokasi, yaitu SDN Kandangan 04, SDN Kandangan 02, SDN Klepu 01, TK Mekar Sari dan SDN Bawen 04. Sementara, pekerjaan pisik sudah berlangsung disekitar sekolah yaitu di SDN Kandangan 04, SD Kandangan 02 dan SDN Klepu 01.

Masalah relokasi SD yang terkena pembangunan jalan tol tersebut, dilaporkan Bupati Semarang Munjirin sebenarnya sudah siap lokasi tanahnya. Hanya permasalahanya, pelaksana proyek hanya memberi waktu 2 bulan. Padahal, pembangunannya memerlukan waktu. Tidak mungkin selesai dalam waktu 2 b bulan. Memang, ujar Bupati sementara ada pemikiran untuk membuat tenda,  akan tetapi urung mengingat keadaan cuaca. Pemikiran lain, menyewa rumah penduduk. “ hanya kalau bisa, kami memang menginginkan pindah, ya langsung ke bangunan baru “.

Sedang masalah pembebasan tanah, ia melaporkan sekitar 89 persen sudah selesai, Kini, tinggal 86 bidang tanah seluas 10,7 hektar yang sedang tahap penyelesaian di Desa Lemah Ireng karena warga belum sepakat dengan harga yang ditawarkan Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Semarang. Pihak pemerintah, kata Munjirin sudah menawarkan tanah sesuai dengan kriteria antara Rp 65 ribu sampai dengan Rp 180 ribu per meter. “Kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum ada kesepakatan, maka kami akan menempuh langkah sesuai dengan ketentuan yaitu dengan cara konsinyasi“ tegasnya.

Kondusif :
Gubernur Jateng Bibit Waluyo menanggapi berbagai laporan yang diterima mengakui memang penyelesaian pembagunan jalan tol merupakan tugas berat. Berbagai pengalaman membangun tol Semarang – Solo seksi I dari Semarang –  Ungaran, hendaknya dijadikan satu pengalaman. Hambatan, tambahnya pasti akan ditemui. Namun demikian, hambatan – hambatan yang ada hendaknya dapat diselesaikan secara terstruktur dan dengan langkah – langkah strategis. Yang penting, iklim kondusif dalam pelaksanaan pembangunan tetap dapat terjaga. Ia memberikan gambaran, misalnya lokasi di mana SD berada belum perlu dibangun, ya ditunda dulu pembangunannya. Bangun ditempat lain dulu, baru kemudian setelah relokasi SD selesai, tempat tersebut dibangun. “ Saya minta, hal – hal  seperti ini diselesaikan bersama – sama dengan baik. Yang penting, jaga suasana kondusif dan tidak ada yang saling dirugikan “ tuturnya.

Pembangunan inftrastruktur ini, kata Gubernur sudah menjadi prioritas pemerintah, mengingat dampak ekonomis yang ditimbulkan sangat besar sekali. Utamanya  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tol ini dan juga  pembangunan infrastruktur di Jateng lainnya, seperti perluasan bandara Semarang,  pelabuhan, waduk Jatibarang, pembangunan rel kereta api double track, selalu  dalam pantauan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.“ Jadi, saya minta agar para kontraktor benar – benar memahami dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, tepat waktu dan mutu “ tegasnya. Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur, merupakan kunci sukses pembangunan ekonomi nasional, untuk ini semua pihak, hendaknya ikut memberikan dukungan dan membantu pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan penuh tanggung jawab.

Mengenai masalah pembebasan tanah yang belum selesai, Gubernur juga memberikan penegasan bahwa pada dasarnya dana untuk pembebasan sudah tersedia. Demikian pula harga yang ditentukan tim appraisal sudah baik dan sesuai dengan situasi tanahnya. “ Pemilik tanah tidak usah melakukan penawaran lagi atau  memakai broker – broker, Kalau dulu pakai towar – tewer (tawar-menawar), sekarang tidak perlu lagi,“ kata Bibit Waluyo seraya menekankan kalau sampai masih tidak ketemu, nanti bisa ditempuh dengan jalan konsinyasi. Kepada Bupati  Semarang Munjirin, diharapkan agar bisa segera menyelesaikan permasalahan pembebasan tanah dengan sebaik – baiknya, sehingga penyelesaian pembangunan  jalan tol seksi II bisa sesuai dengan jadwal.

Kaitannya dengan pembangunan jalan tol seksi berikutnya yaitu Bawen – Solo,  diungkapkan tak perlu menunggu selesainya pembangunan tol Ungaran – Bawen.  Sekarang pengerjaan akan dimulai dari Solo – Bawen. Proses pembebasan lahan  tengah berlangsung. Kalau pembebasan tanahnya selesai, bisa langsung lelang dan dikerjakan. Yang penting, pemerintah pusat telah mentargetkan pembangunan tol  Semarang – Solo tahun 2014 selesai. “Masalah pembangunan tol ini, kalau ada  permasalahan atau kendala yang sekiranya sulit dipecahkan sendiri, hendaknya  segera lapor ke Gubernur melalui Ka Dinas Bina Marga Prov Jateng,“ pesannya.* har *

EDISI TERBARU
image

Edisi 17 - Tahun V - April - Juni 2013



image

LPJK PROVINSI JAWA TENGAH

image

 

.