
Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.
Dinamika | Info | Karangan Khas | Kronik | Laporan Utama | Peristiwa | Profil | Serba-serbi | Sosok | Wacana

Target pembangunan jalan tol ungaran-Bawen (seksi II ) yang kini tengah dikerjakan tiga kontraktor, masing – masing PT. PP, PT Adhi Karya dan PT.Waskita Karya, ditargetkan pertengahan tahun 2013 akan selesai. Namun demikian, target akan tercapai kalau pembebasan tanahnya juga lancar. Padahal sampai saat tulisan ini diturunkan, masih ada lahan utamanya milik warga masyarakat yang belum selesai pembebasannya. “Dari hasil catatan, masih sekitar sembilan (9) persen milik warga yang belum selesai pembebasannya,“ tutur Direktur Teknik & Operasi PT.Trans Marga Jateng Ari Nugroho, Rabu (14/3) di kantornya Jl. Murbei No : 1 Sumurboto Semarang.
Menurut Ari, pihaknya mengharapkan agar masalah pembebasan tanah yang belum selesai dapat segera diselesaikan, sehingga pengerjaan jalan tol juga tidak terhambat. Keterlambatan pembebasan tanah satu bulan dampaknya menghambat penyelesaian jalan tol satu bulan bahkan lebih (tergantung jenis pekerjaan pada lokasi tersebut). Untuk ini, pihak TMJ mengharapkan masalah tersebut bisa diselesaikan tepat waktu, Pasalnya, dana untuk pembebasan tanahnya sudah siap.
Jalan tol seksi II yang kini tengah giat – giatnya dikerjakan,terdiri dari paket IV mulai dari Beji sampai Tinalun dengan jarak sekitar 4 km, dikerjakan PT. PP.Paket V dari Tinalun ke Lemah Ireng dengan jarak sekitar 4 km,dikerjakan PT Adhi Karya dan paket VI dari Lemah Ireng ke Bawen sekitar 4 km, dikerjakan PT.Waskita Karya. Bahkan nantinya di Bawen juga akan dibangun “simpang susun “ demi kelancaran lalu lintas. “Dari pengamatan TMJ, selama ini pengerjaan jalan tol tersebut, lancar – lancar saja dan tidak ada hambatan berarti dansejauh ini masih bisa ditangani secara teknis,“ kata Ari Nugroho seraya menambahkan dalam pengerjaan jalan tol tersebut, pihaknya juga melibatkan para akademisi dari Undip, UGM, ITB dan sebagainya, khususnya dalam penelitian setruktur tanahnya.
Mengenai tingkat kesulitan, dibandingkan ketika membangun tol Semarang – Ungaran, dia mengemukakan tidak ada. Demikian pula ketika disinggung kesiapan pembangunan tol sampai Surakarta, yang diharapkan dapat diselesaikan tahun 2014, dikatakan pihak TMJ selalu siap. “Umpama pembebasan tanah Surakarta-Bawen selesai sekarang, TMJ segera akan melaksanakan pelelangan pekerjaan. Prinsipnya, makin cepat pembebasan tanahnya, makin cepat pula pengerjaan jalannya,“ demikian Ari Nugroho seraya menambahkan TMJ sudah siap dengan pendanaannya. (ms/pdy)