
Redaksi menerima sumbangan tulisan, foto, artikel atau tulisan lain yang sesuai dengan isi majalah. Tulisan atau artikel dengan format dua spasi, maksimal 4 hal merupakan pendapat pribadi penulis yang setelah disumbangkan (dikrim) memberikan hak pada redaksi untuk menayangkannya.
Dinamika | Info | Karangan Khas | Kronik | Laporan Utama | Peristiwa | Profil | Serba-serbi | Sosok | Wacana

Keberadaan Bundaran Kalibanteng sebagai pintu masuk kota Semarang dari arah barat, membuatnya begitu srategis bagi perkembangan di ibukota provinsi Jawa Tengah tersebut. Sayang, kemacetan lalu lintas hampir tak dapat dihindari setiap saat. Hal ini dikarenakan Bundaran Kalibanteng merupakan pertemuan enam jalur utama menuju dan dari kota Semarang. selain itu angkutan umum dan pribadi termasuk becak dan sepeda bisa melalui Bundaran Kalibanteng sehingga lalu lintas semakin semrawut.
Saat ini pintu masuk utama kota Semarang dari arah barat berada di persimpangan Bundaran Kalibanteng yang memiliki enam mulut jalan. Jalan-jalan itu adalah Yos Sudarso(Jalan lingkar utara Semarang), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pamularsih, Jalan Abdurrahman Saleh, Jalan Siliwangi, dan jalan Bandara Ahmad Yani. Namun demikian, sampai saat ini pola pergerakan lalu lintas yang belum terbagi secara jelas, sehingga terjadi percampuran moda yang melintasi Bundaran Kalibanteng.
Sehubungan kondisi itu, Pemerin tah Republik Indonesia melalui Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga yang beralamat di Jalan Murbei I/6 Sumurbroto Banyumanik Semarang, melakukan pembangunan jembatan layang (Fly Over) di persimpangan sebidang Kalibanteng. Dengan adanya Fly Over Kalibanteng diharapkan pergerakan lalu lintas di persimpangan dapat diakomodasi 50% dan mengurangi kepadatan traffic pada ruas Jalan Siliwangi, Jendral Sudirman dan Yos Sudarso sehingga potensi konflik pergerakan dapat diminimalisir.
Sedangkan lokasi proyek pembangunan Fly Over Kalibanteng terletak di persimpangan Jalan siliwangi, jalan akses masuk bandara Ahmad Yani, Jalan Yos Sudarso, Jalan Jendral sudirman, Jalan Pamularsih dan Jalan Abdurrahman Saleh. Adapun tujuan pembanguan fly over Kalibanteng untuk mengurangi kepadatan lalu lintas Jalan siliwangi, Jalan sudirman, dan Jalan Yos Sudarso. Dengan mengurangi antrian traffic light di sekitar bundaran Kalibanteng terutama untuk arah Jakarta yang berasal dari Jalan sudirman dan Yos Sudarso. Disamping itu dengan dibangunnya fly over kalibanteng dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Semarang pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.
Berkaitan dengan waktu pelaksanaan kontruksi efektif dimulai tanggal 20 Oktober 2011 dengan jangka waktu pelaksanaan 720 hari kalender, diperkirakan pembangunan fly over Kalibanteng akan selesai Oktober 2013, melalui PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai penyedia jasa yang mempunyai rencana PHO (Provisional Hand Over) pada 8 Oktober 2013. Sumber dana pembangunan fly over kalibanteng berasal dari APBN murni sebesar Rp 95.715.469.000, serta semua pelakanaan sudah sesuai dengan UU no 18 tahun 1999 tentang jasa kontruksi.
Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan pelebaran perkerasan dan bahu jalan, pekerjaan struktur fly over, stuktur pile slap dan pengembalian kondisi dan pekerjaan minor. Serta data teknisnya pekerjaan pelebaran dan perkerasan bahu jalan meliputi link jalan siliwangi (STA 0+000 – 0+700), link jalan sudirman (STA 0+800 – 1 +275), dan link jalan yos sudarso (STA 0+800 – 1+240). Untuk pekerjaan struktur fly over kalibanteng meliputi pekerjaan pondasi bore pile 1,5 m dengan kedalaman 34 m, pekerjaan pile cap, abutment, pier, perletakan pot bearing, dan span box girder prategang de ngan panjang span 40 m. Sedangkan pekerjaan struktur pile slab meliputi pekerjaan pancang spun pile 0,3 m dan 0,5 m dan pekerjaan pile slab.
“Selama pembangunan fly over ini semua kendala yang ada di lapangan maupun di luar dapat diatasi dengan baik” ujar Arif Indrianto, wakil PT Adhi Karya. Mengenai sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kontruksi dalam pembangunan fly over Kalibanteng sudah diterapkan oleh pengguna jasa maupun penyedia jasa sehingga tidak sampai terjadi jatuh korban karena masalah k3.
(Sari)